Seorang Ayah yang memiliki kekayaan yang begitu banyak, sehingga hampir-hampir saja bisa membeli semua yang ada di muka bumi ini. Sang ayah mempunyai seorang anak yang mempunyai kegemaran & prestasi dalam bidang musik. Namun sayangnya akhir-akhir ini beberapa konser sang anak sepi penonton.Hal ini terjadi karena selera penonton berubah.
Karena rasa iba, tanpa sepengetahuan anaknya, sang ayah melalui orang lain, membentuk suatu panitia untuk mengelar konser tunggal bagi sang anak. Segala biaya ditanggung sepenuhnya oleh Sang ayah, termasuk biaya untuk menghadirkan penonton, berupa : biaya transportasi, akomodasi, konsumsi, insentif dan termasuk uang untuk membeli karcis masuk konser. Kepada "penonton" ini diberi tugas untuk bertepuk-tangan memberi semangat kepada sang anak, terutama pada waktu akhir sebuah lagu.
Hari konser tiba, stadium penuh sesak dengan penonton, tampak "disponsori" oleh beberapa perusahaan, termasuk perusahaan-perusahaan terkenal.
Konser dimulai, riuh rendah dengan tepuk tangan dan sorak-sorai penonton hingga usai. Sang Anak tampak sangat gembira.
Namun sayang, beberapa hari setelah konser, rahasia sang Ayah diketahui oleh sang Anak. Sang Anak meminta penjelasan kepada ayahnya. Sang Ayah membenarkan dan menceritakan semua peristiwa.
Bagaimanakah perasaan sang Anak? Gembira?
Tidak, perasaan Sang Anak justru campur aduk antara sedih dan marah. Kecewa.
Mengapa sang anak kecewa? Bukankah konsernya sukses, seperti yang ia harapkan. Penonton penuh dan meriah.
Kekecewaan timbul karena ternyata penontonnya adalah penonton bayaran, bukan penonton yang sebenarnya, yaitu : orang yang berkorban waktu, tenaga dan uang, orang yang bersusah-payah datang untuk mengakui, dan mengelu-elukan kebisaan/kebagusannnya menyanyi tanpa mengharap mendapat balasan dalam bentuk apapun dari penyanyi kecuali dapat melihat dan mendengar walaupun mungkin dari kejauhan. Pengakuan yang diberikan penonton tersebut bukanlah pengakuan yang tulus.
Sebuah prestasi atau Kesuksesan hanya akan nikmat jika ada pengakuan yang tulus.
Oleh karena itu, agar Hari ini nikmat, minimal kita memiliki seorang kekasih yang selalu siap memberi dengan ketulusan, salah satunya adalah pengakuan yang tulus atas suatu kesuksesan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar